Kamis, 04 Juli 2013

Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH 
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain : 
- Berlimpah pahala dari Allah 
- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB 
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan 

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN 

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang- 
orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum- haruman”(HR Muslim) 

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN 

Sabda Rasul :“Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih) 
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : 
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah 
khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan 

4. GEMAR BERJALAN KAKI 

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan 
berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung 

5. TIDAK PEMARAH 

Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan 
jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah : 
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring 
- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon 
- Segeralah berwudhu 
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati 

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA 

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, 
istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT 

7. TAK PERNAH IRI HATI 

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. 

Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah :)


Ada baiknya kita meniru adab makan Rasululloh SAW, karena selaku manusia terbaik yang pernah diciptakan ALLOH SWT, tentu perilaku beliau tidak terlepas dari segala kebaikan. 

Berikut adalah adab makan Rasululloh SAW: 

  • * Rasulullah SAW menyukai dlafaf – makanan yang banyak tangan memakannya 
  • * Membaca doa yang bermaksud : ‘Dengan nama Allah, Ya Allah Ya Robbku, jadikanlah hidangan ini nikmat yang disyukuri yang sampai nikmat syurga ke atas nya.’ 
  • * Makan cara hamba - semasa duduk makan, baginda merapatkan antara kedua lututnya dan antara kedua tapak kakinya – tapak kaki kanan di atas tapak kaki kiri. 
  • * Tidak memakan makanan yang sangat panas karena tidak (ada) berkah (diumpamakan memakan api). 
  • * Tidak makan dengan dua anak jari karena cara demikian adalah cara makan syaitan. 
  • * Menyukai kueh faludzaj – ramuan – minyak samin, madu lebah, tepung gandum. 
  • * Menyukai roti syair, mentimun dan ruthab (kurma yang belum kering) ditambah dengan garam. 
  • * Menyukai anggur dan semangka dimakan bersama roti dan gula atau ruthab. 
  • * Makan ruthab dengan tangan kanan dan biji di tangan kiri baginda diberi kepada kambing yang lalu lalang di tempat baginda makan. 
  • * Makan anggur dengan memegang tangkainya sehingga air anggur kelihatang pada janggutnya seperti benang mutiara. 
  • * Menyukai susu dengan tamar (al- athyabin – dua yang terbaik) 
  • * Menggemari daging – penghulu makanan di dunia dan di akhirat – khasiat menguatkan pendengaran. 
  • * Menyukai roti berkuah dengan daging dan buah labu dan bersabda bahwa labu itu adalah pohon Nabi Allah 
  • Yunus a.s. Pernah menyarankan Aisyah ra memasak gulai dengan membanyakkan labu – akan menguatkan hati orang yang berduka 
  • * Menyukai daging burung (tetapi tidak pula ikut menangkap burung). 
  • * Tidak menundukkan kepala saat makan daging burung tetapi mengangkatkan daging ke mulutnya dan menggigitnya. 
  • * Menyukai roti dengan minyak samin. 
  • * Menggemari daging kambing – bagian lengan dan bahu, Kurma madinah (al- ajwah – berasal dari syurga) – 
  • penawar racun dan sihir - adalah antara yang paling digemari di kalangan tamar. 
  • * Sayur-sayuran yang digemari baginda pula adalah al-handaba, al-badzaruj dan al-hamqa’/ar-rajlah. 
  • * Tidak menyukai bagian daging spt. buah pinggang, zakar dan biji zakar, ghudad, darah, empedu dll. ***ini berarti Rasululloh SAW tidak suka jeroan…*** 
  • * Tidak menyukai bawang putih, bawang merah dan daun bawang prei (al- kurrats) . 
  • * Tidak pernah mencela makanan – kalau disukai, dimakan – kalau tidak disukai, ditinggalkan. 
  • * Tidak menggemari dhab. 
  • * Suka menghabiskan sisa makanan dengan anak jarinya – makanan yang penghabisan banyak barakahnya. 
  • * Menjilat sisa makanan pada anak jari – yang tidak diketahui makanan mana yang paling berkat. 
  • * Tidak menyapu dengan sapu tangan. 
  • * Selesai makan – dibaca ‘Segala puji- pujian bagi Alloh. Ya Alloh Ya Robbnku, bagiMu segala pujian. Engkau anugerahkan makanan, maka Engkau anugerahkan kekenyangan. Engkau anugerahkan kepuasan (kehilangan haus). Bagi Engkau segala pujian yang tidak dimungkiri keutamaannya, yang tidak ditinggalkan dan yang diperlukan kepadanya’ 
  • * Membasuh tangan dan menyapu sisa air ke muka. 
  • * Minum dengan tiga kali teguk dan dibaca sebelum setiap teguk : Bismillah - dan selepas setiap teguk : Alhamdulliah. 
  • * Minum senafas dan tidak bernafas dalam bekas minuman yang diminum melainkan semasa menghisap. 
  • * Memberikan kelebihan air kepada orang yang lebih mulia kedudukannya baik di sisi di kiri atau di kanan baginda dan bersabda kepada orang yang tidak mendapat air bahwa sunat mengutamakan (orang yang lebih mulia kedudukannya). 
  • * Tidak menyukai air susu dan madu diminum bersama karena tidak melambangkan tawaddak. 
  • * Pemalu dalam perihal makan – tidak meminta kepada keluarga baginda makanan/minum – tetapi kalau diberi, baginda makan atau minum. Kadangkala bangun sendiri untuk mendapatkan makanan/minuman. 


So, mari mulai dari sekarang kita coba mencontoh Rasululloh SAW dalam makan :)


Burung pipit, penyu dan pohon kelapa.....

Ada tiga teman baik, burung pipit, penyu dan pohon kelapa. Ketiga-tiganya menghuni sebuah pulau kecil, persis menghadap samudera luas. Bagaimana mereka bertiga bisa berteman? Satu mahkluk udara, satu mahkluk air, satu tumbuh2an. Jangan ditanya, karena sy juga tidak tahu jawabannya. Dalam membuat sebuah perumpamaan, ada hal2 yang tidak perlu dibahas panjang lebar, karena tidak ada gunanya. Jadi mari fokus saja ke ceritanya. Insya Allah kalian akan suka.

Nah, tiga teman ini sedang saling bercerita, tentang petualangan mereka kemana saja selama bertahun2 terakhir. Si burung pipit mendapat giliran pertama bercerita. Dia bilang, dia barusaja terbang ke pulau-pulau lain, mengunjungi sawah2 luas, menatap kota2 besar, melihat banyak hal, menyaksikan hal2 menakjubkan. Jauh sekali, bisa puluhan kilometer terbangnya. Lincah. Maka pengalamannya tidak terbilang. Seru sekali mendengar cerita si burung pipit. Dua temannya bertepuk tangan senang.

Si penyu mendapat giliran kedua bercerita. Wah, kalian tahu penyu, bukan? Usianya ratusan tahun, dan sesuai siklus, mereka bisa berenang melintasi samudera untuk mencari pasangan dan bertelur. Maka ceritanya lebih dahsyat lagi. Si penyu bilang dia menyaksikan kota-kota di tempat jauh, gedung2 tinggi, budaya dan peradaban berbeda, mereka bisa berenang ratusan hingga ribuan kilometer, penjelajah air yang tangguh. Lebih seru lagi mendengar cerita si penyu ini. Dua temannya bertepuk riuh, senang.

Giliran si pohon kelapa yang bercerita terakhir kali. Aduh, si kelapa bingung mau cerita tentang apa? Gimana sih? Bukankah dia tumbuh2an, ya sudah takdirnya terbenam di tanah, pinggir pantai, tidak bisa kemana2, menyaksikan iri, menonton cemburu hewan2 lain yang berpetualang. Dia tidak bisa kemana2. Dia hanya bisa menatap matahari terbit, kemudian sorenya tenggelam, sunset, hanya disitu2 saja, dipinggir pantai sepanjang hidupnya. Aduhai, apa yang harus dia ceritakan?

Si burung pipit dan si penyu menunggu antusias. Ayolah si pohon kelapa, apakah kau tidak punya cerita petualangan yang hebat? Dua teman baiknya membujuk. Maka setelah diam sejenak, si pohon kelapa akhirnya bercerita. Tentu saja dia punya cerita petualangan hebat, my dear anggota page. Namanya juga ini tulisan karang2an si Tere Liye, pasti ada sebuah rahasia kecil yang disimpan si pohon kelapa.

Apa rahasinya? Ternyata sederhana sekali. Lihatlah buah2nya yang ranum, berwarna kelabu, matang, lantas jatuh sendiri di pasir pantai. Air pasang datang menggulung si buah2 kelapa yang terjatuh. Lantas membawanya pergi ke lautan luas. Kalian tahu, buah kelapa itu tahan banting, mengapung, terombang-ambing oleh ombak, ikut saja kemana dibawa, berhari-hari, berminggu2, berbulan2, hingga ke seberang benua jauh tak terbilang, hingga akhirnya kandas sendiri di pantai berbeda, akarnya keluar, tunasnya tumbuh, menjadi pohon kelapa yang tinggi. Itulah petualangan si pohon kelapa. Tidak terbilang ratusan buah2nya yang mengambang, melayari samudera luas.

Si burung pipit terdiam, kemudian berseru, "Amboi, bukankah itu buah2 kelapamu yang tumbuh di pulau seberang itu, Teman?". Si penyu juga tidak kalah berseru, "Astaga, kawan, aku mengenal buah kelapamu yang tumbuh di pulau ribuan kilometer sana. Sudah jadi pohon kelapa yang berbuah lebat. Ternyata itu buah darimu?"

Maka, my dear anggota page. Kata siapa? Kata siapa sih kalau kita hanya ditakdirkan ada di situ2 saja, tidak bisa kemana2, entah karena keterbatasan, entah karena memang sudah nasib, maka kita tidak bisa melakukan hal hebat? Tentu saja bisa. Lihatlah si pohon kelapa di pinggir pantai itu. Dia tidak bisa terbang, tidak bisa berenang, tapi buah2 miliknya melanglang buana kemana2, lebih jauh dibanding si burung pipit dan si penyu. Kita bisa melakukan hal yang sama persis. Kebaikan kita, entah itu melalui tulisan, bantuan, pertolongan, dsbgnya, bisa menyentuh sudut2 dunia. Dan hei, hari ini, dunia toh sudah tersambung begitu rupa oleh teknologi, maka sungguh lebih canggih lagi kesempatan petualangan "buah2 kebaikan" milik kita.

Demikianlah. Mari kita kirim "buah2 kebaikan" tersebut kemana2.